Skip to main content

Posts

CANGKIR & KOPI | Kopi itu Menenangkan Hati dan Melapangkannya

Recent posts

MUHASABAH | Prasangka (Husnudhzon / Su'udzhon)

Allah selalu memperhatikan Prasangka hamba-hambaNya yang mana yang lebih baik.
Hamba yang bagaimana?
Apakah Prasangka hamba yang Ta'at 'Ibadah atau yang Jarang Beribadah?

Dalam Hadits Qudsi Allah berkata :

"Aku sebagaimana prasangka hamba-Ku kepada-Ku. Aku bersamanya jika ia berdoa kepada-Ku." [HR.Turmudzi]
Prasangka yang bagaimana yang dimaksudkan Allah? Prasangka Hamba kepada Allah itu bagaimana? Caranya?

Prasangka adalah sebuah cara manusia menyampaikan pandangan tentang seseorang dengan gerak-gerik perilakunya dan atas kebaikan juga keburukan seseorang. Entah hanya dalam diam (hati) ataupun dengan menyampaikannya kepada orang lain. Dengan berbagai macam maksud dan tujuannya, ada yang demi kebaikan, ada yang demi kepentingan dirinya sendiri dengan maksud menjatuhkan martabat seseorang, ada yang dengan kebodohannya, ada yang menutupi dengan kebijaksanaannya demi kepentingan bersama. Dan berbagai macam cara dan tujuan lainnya.

Yang jelas-jelas itu Prasangka dibagi me…

UNTAIAN TAFAKKUR | Disangka Bersama Allah nyatanya Jauh Dari-Nya

Manusia sering kali merasa
Merasa usaha yang dijalaninya,
Pekerjaan yang dikerjakannya,
Ibadah yang dilakukannya

Adalah karena Allah
Merasa sudah bersama Allah
Telah diridhoi-Nya
Keberkahan karenanya

Ternyata Tidak Karena-Nya
Ternyata tidak Bersama-Nya
Ternyata tidak Diridho-Nya
Bahkan bukan Keberkahan Dari-Nya

Melainkan Petaka baginya
Melainkan tipu daya Syeitan
Melainkan ke aku-annya
Melainkan kehancuran baginya

Tak sadar karena ke angkuhan dalam dirinya
Keangkuhan dalam hatinya
Keangkuhan dengan merasa banyak Ilmunya
Karena sesungguhnya Ia jauh dari-Nya,
Lalai kepada-Nya, dan melupakan-Nya



Ingatlah Tiga tahapan orang yang sedang mencari 'Ilmu : Tahapan pertama yang baru belajar 'Ilmu ia akan Sombong Tahapan yang kedua ia akan merendah Tahapan yang ketiga adalah Ia merasa tak Memiliki 'Ilmu (apa-apa)
- Sayyidina 'Umar bin Khattab -

Kholili Jur-Bar, 11 Mei 2018

IMAJINASI - Pusat Kendali Kecerdasan Luar

Di dalam kepala manusia terdapat alat yang begitu canggih, begitu hebat dan begitu luar biasa. Ia bernama "Otak", ia dapat memproses atau mengolah data-data informasi yang diterima melalui Al-Qur'an, Hadits, Kisah-kisah, Alam, Lautan, Gunung-gunung dan lainnya. Yang kemudian menyaringnya hingga menjadi sebuah karya, kata-kata, tulisan, musik, serta seni dan yang lainnya. Ini (otak) bukan buatan manusia, bukan pula hasil pekerjaan para robitik, atau bahkan hasil karya para Ahli Ilmiah atau IT dan sejenisnya melainkan hasil karya Sang Maha Karya.

Setiap informasi berupa 'Ilmu yang diterima akan melalui tahapan riset terlebih dahulu oleh otak yang kemudian di olah agar menjadi hasil yang terbaik, disaring (filter) agar tak bercampur informasi kebusukan. Karena setiap kepala akan berbeda cara dan proses penyaringan nya, karena dari berbeda itulah akan yang menjadi keragaman dalam ber-imajinasi dalam sebuah karya. Dan melalui riset-riset itu pula akan jelas tergambar hasi…

MUHASABAH | Lebih Baik Mana, Duniawi atau Agama (Akherat) ?

"Kemuliaan di Dunia diperoleh dengan Harta, dan kemuliaan Akhirat diperoleh dengan 'Ilmu dan Amal" (Nashoihul 'Ibad)
Pekerjaan adalah 'Ibadah, dengan bekerja manusia menjadi mulia dimata manusia lainnya. Namun banyak manusia bekerja dengan tujuan sukses dengan harta, lupa dengan Esensinya. Karena bekerja bukan hanya sekedar mencari harta (uang) jika hanya bekerja saja tidak didasari niat dan tujuan yang baik dan benar serta disandarkan kepada Allah. Hanya akan sia-sia bagaikan bualan belaka.

"Kalau hidup hanya sekedar hidup, Babi di hutan juga (bisa) hidup. Kalau bekerja hanya sekedar bekerja, kera juga (bisa) Bekerja." (Dawuh Buya Hamka) 
Kita lupa terhadap Esensi dalam bekerja sampai lupa bekerja Sebagai 'Ibadah kepada-Nya karena rasa syukur kepada-Nya. Mewujudkan Esensi dalam bekerja memang selalu menemui kendala yang dihadapi untuk mewujudkan nya, namun bukan berarti menjadi melupakan Esensinya dalam 'Ibadah bekerja.

Tanamkan Esensi dalam '…

SINAU | Empat Sifat Nabi SAW

Sebagai Ummat Nabi Muhammad Saw, sudah sepatutnya dan sebuah keharusan mengikuti apa yang telah diajarkan oleh Nabi Saw. Baik dalam bidang ke 'Ilmuan serta akhlak dari Sifat-sifatnya Nabi Saw. Mari sama memaknakan empat Sifatnya Beliau.

Yang pertama Sifat Shiddiq, dalam makna sederhananya adalah Benar. Kemudian diperjelaskan kembali dari Sifat Shiddiq nya Nabi Saw atau dalam memaknakan dalam kontekstual. Benar yang bagaimana? Apakah benar yang merasa benar dengan nafsu? Benar dengan cara Radikal? Atau benar yang bagaimana? 
Rasulullah adalah yang paling baik sifatnya dan paling benar Ucapan dan Tingkah lakunya. Ucapannya berasal dari Al-Qur'an yang diwahyukan kepadanya oleh Allah kepadanya yang disampaikan melalui Malaikat Jibril AS. Setiap ucapannya adalah ucapan Allah, setiap ucapan beliau yang menjadi Hadits adalah Tafsiran Al-Qur'an dengan penuh kebijaksanaannya. Beliau tidak pernah berbohong atas ucapannya karena seluruh ucapannya bersumber dari Allah langsung dan dar…

MUHASABAH | Sang Maha Karya

"Sesungguhnya dalam Penciptaan Langit dan Bumi, silih bergantinya malam dan siang. Bahtera yang berlayar dilaut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air. Lalu dengan air itu Ia hidupkan Bumi sesudah Mati (kering) nya, dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi. Sungguh (terdapat) tanda-tanda (ke-Esaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan." (QS. Al-Baqarah : 164)
Manusia diciptakan berpasang-pasangan, laki-laki dan perempuan begitu juga seluruh makhluk di jagad Raya ini. Ada Langit dan Bumi, Siang dan Malam, Hujan dan Kemarau, Kering dan Basah, Binatang dan Tumbuh-tumbuhan, Air dan Api, Panas dan Dingin, Sehat dan Sakit, Kaya dan Miskin, Lapang dan Sempit, Cinta dan Benci serta banyak lagi yang berpasangan lainnya. Inilah San Maha Karya, Maha Karya yang tertinggi, ter-Agung, terhebat, termegah dan Dia lah Sang Maha Karya Allah Ta'alaa.

Ma…

UNTAIAN TAFAKKUR | Bekerjalah dengan menggunakan 'Ilmu nya serta Tulus Ikhlash Lillahi Ta'alaa

Bekerjalah dengan baik Bekerjalah dengan Jujur  Bekerjalah dengan melibatkan Tuhan mu Bekerjalah selagi kau mampu bekerja 
Sebaik-baiknya pekerjaan adalah yang diawali dengan Kalimat Allah  Sebaik-baiknya pekerjaan adalah yang dikerjakan dengan ketulusan  Sebaik-baiknya pekerjaan adalah yang dilakukan dengan kejujuran  Dan Sebaik-baiknya pekerjaan adalah yang selalu melibatkan Tuhan dalam setiap pekerjaannya 
Bekerja mencari nafkah adalah 'Ibadah  Bekerja terhadap Esensi adalah Kemuliaan  Bekerja karena Allah adalah kewajiban  Bekerja karena membantu orang lain tanpa mengharapkan imbalan adalah prinsip ke Tuhanan
Bekerjalah tanpa melupakan Esensi Bekerjalah selalu menggunakan Esensi Bekerjalah dengan selalu menerapkan Esensi  Bekerjalah tanpa meninggalkan Esensi
Pekerjaan yang membawa Keberkahan ialah yang diawali dengan Niat Tulus Ikhlash Lillahi Ta'alaa  Pekerjaan yang penuh Keberkahan ialah yang dimulai dengan cara yang baik dan benar tanpa mengganggu orang lain  Pekerjaan yang berkah ialah …