Skip to main content

UNTAIAN TAFAKKUR | Disangka Bersama Allah nyatanya Jauh Dari-Nya

UNTAIAN TAFAKKUR | Disangka Bersama Allah nyatanya Jauh Dari-Nya
Illustrasi by Kajianmahasiswa WordPress


Manusia sering kali merasa
Merasa usaha yang dijalaninya,
Pekerjaan yang dikerjakannya,
Ibadah yang dilakukannya

Adalah karena Allah
Merasa sudah bersama Allah
Telah diridhoi-Nya
Keberkahan karenanya

Ternyata Tidak Karena-Nya
Ternyata tidak Bersama-Nya
Ternyata tidak Diridho-Nya
Bahkan bukan Keberkahan Dari-Nya

Melainkan Petaka baginya
Melainkan tipu daya Syeitan
Melainkan ke aku-annya
Melainkan kehancuran baginya

Tak sadar karena ke angkuhan dalam dirinya
Keangkuhan dalam hatinya
Keangkuhan dengan merasa banyak Ilmunya
Karena sesungguhnya Ia jauh dari-Nya,
Lalai kepada-Nya, dan melupakan-Nya



Ingatlah Tiga tahapan orang yang sedang mencari 'Ilmu :
Tahapan pertama yang baru belajar 'Ilmu ia akan Sombong
Tahapan yang kedua ia akan merendah
Tahapan yang ketiga adalah Ia merasa tak Memiliki 'Ilmu (apa-apa)

- Sayyidina 'Umar bin Khattab -


Kholili
Jur-Bar, 11 Mei 2018

POST

IMAJINASI | Pemisah Antara Akal dengan Nafsu

Dalam sebuah untaian Sholawat mengatakan :

وَالْفِكْرُ بَيْنَ عَقْلٍ وَنَفْسٍ # حَالَةَ شَقِيٍّ وَسَعِيْدِ

SINAU | Rahmatan Lil'alamiin

Kalimat Rahmatan Lil'alamiin diwahyukan oleh Allah melalui Malaikat Jibril AS.

UNTAIAN TAFAKKUR | Move On

Dosa masa lalu, manusia tidak mampu move on salah satunya adalah karena dosa masa lalu

Nikmat itu Diantaranya | Menolong Kepada Yang Membutuhkan Pertolongan

Memberikan Bantuan terhadap orang yang sedang membutuhkan pertolongan adalah nikmat yang begitu indah dari Allah,

UNTAIAN TAFAKKUR | Orang Ber-Iman Tidak Berputus Asa

اَالْفَاجِرُ الرَّجِيْ لِرَحْمَةِاللّهِ تَعَلیٰ اَقْرَبُ مِنْهَا مِنَ الْعَابِدِ  الْمُقْنِ  (رواه الشيرزی إبن مسعود :مختارلأحاديث)