Skip to main content

IMAJINASI - Pusat Kendali Kecerdasan Luar

IMAJINASI | Otak Pusat Kendali Kecerdasan

Di dalam kepala manusia terdapat alat yang begitu canggih, begitu hebat dan begitu luar biasa. Ia bernama "Otak", ia dapat memproses atau mengolah data-data informasi yang diterima melalui Al-Qur'an, Hadits, Kisah-kisah, Alam, Lautan, Gunung-gunung dan lainnya. Yang kemudian menyaringnya hingga menjadi sebuah karya, kata-kata, tulisan, musik, serta seni dan yang lainnya. Ini (otak) bukan buatan manusia, bukan pula hasil pekerjaan para robitik, atau bahkan hasil karya para Ahli Ilmiah atau IT dan sejenisnya melainkan hasil karya Sang Maha Karya.

Setiap informasi berupa 'Ilmu yang diterima akan melalui tahapan riset terlebih dahulu oleh otak yang kemudian di olah agar menjadi hasil yang terbaik, disaring (filter) agar tak bercampur informasi kebusukan. Karena setiap kepala akan berbeda cara dan proses penyaringan nya, karena dari berbeda itulah akan yang menjadi keragaman dalam ber-imajinasi dalam sebuah karya. Dan melalui riset-riset itu pula akan jelas tergambar hasil dari kepala, seberapa Cerdasnya seorang Manusia. Bahkan sampai ada yang melebihi luar nalar manusia pada umumnya.

Otak adalah pusat kendali segala pengetahuan (Ilmu), yang disaring agar dapat mengambil keutamaan serta yang utama dalam segala pengetahuan yang di terima oleh otak. Pusat Kendali ini akan memberikan / mengeluarkan hasil yang matang setelah Penerimaan dan penyaringan terhadap Ilmu atau informasi yang telah diterima oleh otak. Semua pergerakan anggota tubuh di kendalikan juga oleh otak sebagai pusat kendali tubuh atas pergerakannya. Jika otak telah rusak atau minimal otak sedang dalam banyak memikirkan banyak hal hingga otak tak sanggup menerimanya sampai tidak ada ruang lagi untuk menerima informasi atau Ilmu. Bisa dikatakan otak menjadi beku maka yang terjadi adalah gerak tubuh akan sangat terbatasi oleh Pemikiran-pemikiran yang menyempitkan ruang otak. Karena sistem bekerja otak terbatasi, membuat otak tak dapat memerintahkan tubuh agar dapat bergerak dan leluasa bergerak.

Dari itu perlu setiap manusia dapat memetakan ruang otak agar dapat membatasi segala informasi serta Ilmu dapat diterima sesuai dengan kapasitas ruang otak itu sendiri. Dengan itu otak akan tetap menjadi pusat kendali diri agar tetap stabil bekerja. Serta antara pergerakan tubuh juga penerimaan Informasi dan Ilmu tetap berjalan dengan baik.

Otak itu pemberian Allah jadi sudah seharusnya sebagai manusia yang berfikir agar selalu bersyukur atas pemberian-Nya dengan menjaga otak supaya tetap stabil berjalan dengan seharusnya. Ingat bahwa Otak itu pusat kendali tanpa otak manusia tak bisa apa-apa, manusia tak dapat melakukan apapun. Bagaimana manusia dapat cerdas jika tidak dapat menyesuaikan dengan kapasitas nya dalam menerima informasi serta Ilmu dengan Sebaik-baiknya. Hanya memikirkan sesuatu yang tidak perlu, memikirkan yang sia-sia saja, memikirkan sesuatu yang membuat otak mati serta beku hingga tak dapat berfungsi dengan baik.

Manusia yang cerdas ialah manusia yang dapat menyesuaikan isi ruang otak dengan semua informasi dan Ilmu yang diterima hingga dapat diolah oleh otak dengan baik, sehingga otak memberikan Output yang baik serta bermanfaat.

"Seorang pria yang bisa menyetir dengan aman sementara mencium seorang gadis cantik, sebenarnya tidak memberi penghargaan yang layak untuk ciumannya.” (Albert Einstein)


Kholili
Jur-Bar, 11 Mei 2018

POST

SINAU | Rahmatan Lil'alamiin

Kalimat Rahmatan Lil'alamiin diwahyukan oleh Allah melalui Malaikat Jibril AS.

IMAJINASI | Pemisah Antara Akal dengan Nafsu

Dalam sebuah untaian Sholawat mengatakan :

وَالْفِكْرُ بَيْنَ عَقْلٍ وَنَفْسٍ # حَالَةَ شَقِيٍّ وَسَعِيْدِ

UNTAIAN TAFAKKUR | Move On

Dosa masa lalu, manusia tidak mampu move on salah satunya adalah karena dosa masa lalu

Nikmat itu Diantaranya | Menolong Kepada Yang Membutuhkan Pertolongan

Memberikan Bantuan terhadap orang yang sedang membutuhkan pertolongan adalah nikmat yang begitu indah dari Allah,

UNTAIAN TAFAKKUR | Orang Ber-Iman Tidak Berputus Asa

اَالْفَاجِرُ الرَّجِيْ لِرَحْمَةِاللّهِ تَعَلیٰ اَقْرَبُ مِنْهَا مِنَ الْعَابِدِ  الْمُقْنِ  (رواه الشيرزی إبن مسعود :مختارلأحاديث)