Skip to main content

SINAU | Empat Sifat Nabi SAW

Empat sifat Nabi Muhammad Saw


Sebagai Ummat Nabi Muhammad Saw, sudah sepatutnya dan sebuah keharusan mengikuti apa yang telah diajarkan oleh Nabi Saw. Baik dalam bidang ke 'Ilmuan serta akhlak dari Sifat-sifatnya Nabi Saw. Mari sama memaknakan empat Sifatnya Beliau.

Yang pertama Sifat Shiddiq, dalam makna sederhananya adalah Benar. Kemudian diperjelaskan kembali dari Sifat Shiddiq nya Nabi Saw atau dalam memaknakan dalam kontekstual. Benar yang bagaimana? Apakah benar yang merasa benar dengan nafsu? Benar dengan cara Radikal? Atau benar yang bagaimana? 

Rasulullah adalah yang paling baik sifatnya dan paling benar Ucapan dan Tingkah lakunya. Ucapannya berasal dari Al-Qur'an yang diwahyukan kepadanya oleh Allah kepadanya yang disampaikan melalui Malaikat Jibril AS. Setiap ucapannya adalah ucapan Allah, setiap ucapan beliau yang menjadi Hadits adalah Tafsiran Al-Qur'an dengan penuh kebijaksanaannya. Beliau tidak pernah berbohong atas ucapannya karena seluruh ucapannya bersumber dari Allah langsung dan dari kebijaksanaannya yang langsung diridhoi oleh Allah Ta'alaa.

Selanjutnya adalah Benar secara Tingkah lakunya, setiap pergerakan dari perbuatan beliau adalah nyata dari mengamalkan Al-Qur'an dan setiap ucapannya sesuai dengan perbuatannya. Beliau adalah makhluk yang paling benar baik secara ucapan maupun perbuatan, karena seluruhnya sudah dan selalu sesuai dengan apa yang Allah Ridhoi.

Yang kedua Amanah, secara sederhana Amanah ber-arti dapat dipercaya. Dan secara Kontekstual atau lebih luas lagi Amanah itu dapat dipercaya baik ucapan maupun tingkah laku nya. Rasulullah itu Makhluk yang paling baik dan Sempurna diantara para Nabi dan Rasul Allah terdahulu. Beliau tidak pernah ingkar atas Amanah yang dititipkan kepadanya, baik kepada Muslimin maupun kaum kaum Quraisy. Bahkan Amanah yang tertinggi adalah Amanah yang diberikan oleh Allah SWT. Untuk menyebarkan Islam yang Rahmatan Lil'alamiin. Agama yang membawa kasih sayang kepada seluruh Alam, seluruh makhluk. Bukan hanya kepada makhluk yang bernama manusia saja. Yang tidak bertindak Radikalis, Pemarah, Pembenci, Pendendam dan terlebih Memporak-porandakan atau mencerai-beraikan makhluk-makhluk Allah. Islam yang dibawa nya adalah Agama yang membawa kedamaian dan keluhuran.

Yang ketiga Tabligh, secara sederhana bermakna Menyampaikan, jika diartikan secara Kontekstual adalah Menyampaikan kebenaran Agama Allah dengan Akhlak serta Adab yang disertai dengan ketulusan hati beliau. Dengan kelembutan, dengan kesabaran serta dengan perjuangan yang melelahkan. Namun bagi beliau tak ada kata melelahkan dan yang ada hanya semangat karena Allah. Karena Allah sudah pasti menjamin bukan hanya kepada Rasulullah tapi juga kepada seluruh Ummat nya yang terus berjuang atau memperjuangkan Agama Allah sesuai Suri Tauladan yang indah Nabi Muhammad Saw. Dengan Prinsip Islam Rahmatan Lil'alamiin. Kasih sayang yang menyeluruh dengan Ikhlash dan ketulusan yang murni.

Yang keempat Fathonah, secara sederhana bermakna Cerdas, dan secara Konteksnya bermakna Cerdas dengan 'Ilmu dan Amal. Rasulullah Saw adalah makhluk yang paling Cerdas dimuka bumi ini. "انا مدينة العلم وعليّ بابه" 
Ucapan Nabi yang paling indah "Aku (Nabi) adalah Kotanya 'Ilmu dan Sayyidina 'Ali adalah Pintu nya 'Ilmu". Allah menganugerahkan' Ilmu yang begitu Luas kepada Nabi Saw, hingga beliau mengungkapkan kalimat itu. Seluruh ke-'Ilmuan yang mencakup terhadap Agama sampai Duniawi, bersumber pada Sang Nabiyyina Muhammad Saw yang telah di Anugerah kan oleh Gusti Allah Ta'alaa.

Sebagai Ummat yang penuh ketulusan hati mencintai Nabi Muhammad Saw, sudah seharusnya mengamalkan sifatnya jika mampu amalkan ke empatnya, jika tidak mampu amalkanlah yang Tiga, jika tidak mampu juga amalkanlah yang Dua, jika masih belum mampu juga amalkanlah yang Satu dan Jika benar-benar tidak memiliki kemampuan juga atas sifatnya Nabi untuk di Amalkan. Maka cukuplah memperbanyak Bersholawat kepadanya sebanyak mungkin semampunya. Semoga dengan Bersholawat dapat mendapatkan Syafa'atnya (Pertolongan) hingga dibukakan jalan oleh Allah untuk dapat mengamalkan diantara sifat Nabi Muhammad Saw.

 لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

"Sungguh telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (Rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah." (QS. Al-Ahzab : 21)


Kholili 
Jur-Bar, 3 Mei 2018

POST

SINAU | Rahmatan Lil'alamiin

Kalimat Rahmatan Lil'alamiin diwahyukan oleh Allah melalui Malaikat Jibril AS.

UNTAIAN TAFAKKUR | Move On

Dosa masa lalu, manusia tidak mampu move on salah satunya adalah karena dosa masa lalu

Nikmat itu Diantaranya | Menolong Kepada Yang Membutuhkan Pertolongan

Memberikan Bantuan terhadap orang yang sedang membutuhkan pertolongan adalah nikmat yang begitu indah dari Allah,

UNTAIAN TAFAKKUR | Orang Ber-Iman Tidak Berputus Asa

اَالْفَاجِرُ الرَّجِيْ لِرَحْمَةِاللّهِ تَعَلیٰ اَقْرَبُ مِنْهَا مِنَ الْعَابِدِ  الْمُقْنِ  (رواه الشيرزی إبن مسعود :مختارلأحاديث)

IMAJINASI | Pemisah Antara Akal dengan Nafsu

Dalam sebuah untaian Sholawat mengatakan :

وَالْفِكْرُ بَيْنَ عَقْلٍ وَنَفْسٍ # حَالَةَ شَقِيٍّ وَسَعِيْدِ