Skip to main content

UNTAIAN TAFAKKUR | Perhatian Kepada Diri Sendiri Dulu, Baru Kemudian Yang Lain

Gambar by Embah Google


Derajat seseorang telah diatur sedemikian rupa oleh Allah, atas amaliyah nya, atas kebaikan nya dan berbagai hal dengan cara yang baik pula, hingga sampai yang sudah ditetapkan oleh Allah Ta'alaa. Jika sudah menjadi ketentuan-Nya sedikit pun tak ada yang mampu menggoyahkannya, meskipun seluruh manusia di bumi ini menurunkannya tak akan ada yang bisa dan takkan ada yang mampu. Karena sesungguhnya Allah sudah berkehendak  terhadap derajatnya dan sudah dijamin akan tetap disisi-Nya.

Manusia manapun, makhluk manapun tak akan ada yang dapat menandingi-Nya. Ya, Allah dilawan. Memangnya mau melawan Allah gitu..?  Berarti mau menjadi Tuhan gitu. Hebat kamu.. 

Sudahlah tak perlu lagi untuk memproklamirkan mana yang lebih hebat, mana yang lebih kuat apalagi mana yang lebih kuasa.. Serta mengurusi derajat orang lain.. Biar masalah derajat, masalah kedudukan serahkan kepada Allah Ta'alaa.. Karena Allah yang Maha memberikan dan Maha Kuasa atas hal itu..


“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.“
(Al Mujadilah : 11)


Sudah jelas terhadap apa yang disampaikan Allah dalam wahyu-Nya yang dibawakan oleh malaikat Jibril AS kepada Nabi Muhammad SAW. Karena urusan Derajat ya urusan Allah. Biarlah Allah yang memberikan kepada manusia Pilihann-Nya. Tak perlu manusia ikut campur dalam urusan Allah ini. Karena Allah lah yang Maha Kuasa atas segala hal apapun di muka bumi ini. Do'a kan saja! itu hal yang lebih baik dan bermanfa'at ketimbang mengurusi Urusan-Nya.
Apa pun yang manusia dapatkan itulah yang terbaik Menurut-Nya bukan menurut manusia, karena dalam diri manusia adalah tempat kubangan Nafsu. Karena yang baik menurut manusia belum tentu baik menurut Allah. Kecuali Nafsu itu dikit demi sedikit selalu dibersihkan dalam diri, Mungkin kecocokan dengan kebenaran Allah bisa selaras.

Selalu perbaiki diri, Perbaiki keadaan diri sendiri. Tak perlu lagi mengurusi orang lain bahkan jangan pernah kecuali jika harus. Itu pun demi kemaslahatan bersama. Karena mengurusi urusan orang lain bukanlah urusan mu, urusan mu hanya pada diri sendiri dan keluarga mu.
Sesungguhnya manusia membutuhkan rasa Cinta untuk mengalahkan rasa benci. Karena manusia memiliki rasa kasih dan sayang yang terlahir dari Rahman dan Rahiim-Nya. Dimana ada kebencian dan disitu ada Cinta yang melemahkan dan melembutkannya. Terlebih jika Cinta kepada-Nya yang Maha Dahsyat. "Yaa Hayyu,, Yaa Qoyyum" Dzat yang tidak pernah tidur yang selalu mengurusi makhluk-makhluk-Nya.

Begitu indah hubungan yang dibangun dengan Cinta dalam diri, kemudian kepada keluarga dan orang lain. Indah bukan,  jadi tak perlu lagi mengurusi orang lain tak perlu lagi ngopeni kedudukan orang lain. Mau rendah atau tinggi biarkan saja. Belajar lah untuk diri agar lebih baik.
Dan Jangan lupa "Orang yang besar karena selalu memandang yang besar". Lalu Bagaimana mereka yang selalu memandang hal yang kecil atau bahkan kerdil?

Kemungkinan yang terbesar adalah ia akan menjadi orang yang biasa-biasa saja, atau mungkin tetap begitu bahkan kerdil. Wallahu A'lam, Hanya Allah yang Maha Kuasa lagi Maha Mengetahui.


“Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakal, yaitu orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka. Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezeki yang mulia.” 
(Al Anfal 2-4)


Kholili
Jur-Bar, 27 April 2018

POST

SINAU | Rahmatan Lil'alamiin

Kalimat Rahmatan Lil'alamiin diwahyukan oleh Allah melalui Malaikat Jibril AS.

UNTAIAN TAFAKKUR | Move On

Dosa masa lalu, manusia tidak mampu move on salah satunya adalah karena dosa masa lalu

Nikmat itu Diantaranya | Menolong Kepada Yang Membutuhkan Pertolongan

Memberikan Bantuan terhadap orang yang sedang membutuhkan pertolongan adalah nikmat yang begitu indah dari Allah,

UNTAIAN TAFAKKUR | Orang Ber-Iman Tidak Berputus Asa

اَالْفَاجِرُ الرَّجِيْ لِرَحْمَةِاللّهِ تَعَلیٰ اَقْرَبُ مِنْهَا مِنَ الْعَابِدِ  الْمُقْنِ  (رواه الشيرزی إبن مسعود :مختارلأحاديث)

IMAJINASI | Pemisah Antara Akal dengan Nafsu

Dalam sebuah untaian Sholawat mengatakan :

وَالْفِكْرُ بَيْنَ عَقْلٍ وَنَفْسٍ # حَالَةَ شَقِيٍّ وَسَعِيْدِ