Skip to main content

Nikmat Itu Diantaranya | Menanam Pohon Jambu

Menanam Pohon Jambu air, menanamnya sedari kecil, melindungi nya dengan pagar
, menyiraminya setiap pagi dan sore dan terkadang malam hari sambil mendendangkan Dzikir dan Sholawat, menunggu dengan sabar hingga ia tumbuh sedikit besar dengan merawatnya, memperhatikannya, menyayanginya dan mencintainya hingga ia tetap tumbuh subur sampai ia berbuah dan bermanfa'at.

Perlahan-lahan ia akan terlihat besar, ketika ia terlihat cukup besar kemudian membuka pagarnya, karena sudah tidak ada yang mengganggu ia dari bawah, merapih kan tumpukan tanah serta memberi nya pupuk terbaik agar dapat menyemai hasil yang terbaik. Dan menyiraminya tiap waktu pagi, sore dan malam agar ia tetap segar, tidak layu, tidak mengering dan tidak mati. Setelah itu memperhatikan pada batang-batangnya serta daun-daunnya, membersihkan ulat yang menggerogoti daun-daun dengan menggunakan obat pengusir makhluk-makhluk yang dapat merugikannya, memperhatikan ranting-ranting dan batang-batang pohon, merapih kan bagian batang dan ranting pohon yang telah layu dan mengering karena patah akibat anak-anak yang sedang bermain atau karena binatang-binatang yang sering hinggap dibatang pohon, dan apakah ada tanaman lain yang merugikan dia, tanaman yang biasa hinggap dan mencuri Sari pati dari pohon jambu, dia yang memproses sari pati mulai dari menyerap air dari bawah tanah, dedaunan, batang-batang serta ranting-ranting nya yang kemudian ia proses dengan panas cahaya matahari dan menjadi sumber pangan dirinya.

Begitu setiap hari selalu memperhatikan, mengurusinya, menyayangi, membelainya, mencintainya, agar ketika besar ia mencintai dan begitu dekat dengan pemiliknya. Semakin besar dan bertambah besar hingga tiba waktunya ia mengeluarkan pentolan jambu, ini yang akan menjadi calon buah jambunya, kemudian selang beberapa hari ia akan merekah menjadi bunga yang sangat indah dilihat, lalu bulu-bulu pada bunga nya pun mulai rontok, dan berganti pentil jambu ia menutup bagian kelopak bunga nya yang disebut pentil (awal mula ia benar-benar menjadi buah), kemudian ia akan siap menjadi buah yang besar dan baik, manis, indah dilihat dan dirasakan. Dan buah pertama adalah buah yang paling baik, paling manis dan merata rasanya, akan berbeda setelahnya.
Hmmm.. Begitu menggugah selera untuk menikmati nya.

Semakin hari melihat dan memperhatikan proses ia tumbuh besar hingga berbuah adalah satu hal kenikmatan yang luar biasa untuk bersyukur kepada Allah atas 'Ilmu dan Manfa'atnya. Tidak berhenti sampai disitu saja, setelah buah nya besar-besar ia pun dapat dipetik Manfa'atnya dan buahnya, untuk sendiri juga kepada orang-orang yang memintanya. Ia begitu Ikhlash memberikan buah nya kepada seluruh makhluk Allah, manusia ia tak memandang manusia yang bagaimana rupanya, kelakuan nya, hatinya, keburukan yang setiap waktu dilakukan, atau pun kebaikan yang setiap waktu dilakukan, kepada binatang, codot, ayam, ulat. Ia tak pernah mengeluh aku begini, aku begitu, aku menjadi begini gara-gara makhluk itu, atau apapun yang terjadi kepadanya. Tetap tenang, damai, penuh keindahan bahkan ia terkadang terlihat anggun dan terlihat ber wibawa.

Nikmat Indahnya ber proses.. Sampai menyemai buah yang manis dan ber Manfa'at..

"Nikmat itu diantaranya.."


Kholili
Jur-Bar, 18 April 2018

POST

SINAU | Rahmatan Lil'alamiin

Kalimat Rahmatan Lil'alamiin diwahyukan oleh Allah melalui Malaikat Jibril AS.

UNTAIAN TAFAKKUR | Move On

Dosa masa lalu, manusia tidak mampu move on salah satunya adalah karena dosa masa lalu

Nikmat itu Diantaranya | Menolong Kepada Yang Membutuhkan Pertolongan

Memberikan Bantuan terhadap orang yang sedang membutuhkan pertolongan adalah nikmat yang begitu indah dari Allah,

UNTAIAN TAFAKKUR | Orang Ber-Iman Tidak Berputus Asa

اَالْفَاجِرُ الرَّجِيْ لِرَحْمَةِاللّهِ تَعَلیٰ اَقْرَبُ مِنْهَا مِنَ الْعَابِدِ  الْمُقْنِ  (رواه الشيرزی إبن مسعود :مختارلأحاديث)

IMAJINASI | Pemisah Antara Akal dengan Nafsu

Dalam sebuah untaian Sholawat mengatakan :

وَالْفِكْرُ بَيْنَ عَقْلٍ وَنَفْسٍ # حَالَةَ شَقِيٍّ وَسَعِيْدِ